Belaian Sayang

Aku ingat dua bola mata itu
Memandang penuh arti, kasih sayang
Memandang penuh keteduhan, rasa cemas
Memandang penuh amarah, luapan cinta

Ketika tangan-tangan ini mulai jahil
Segala tingkah polah sebentuk salah
Dan jemari-jemari yang turut mendukung,
Kedua mata itu memandang penuh amarah
Berharap bibir tidak mendukung lidah untuk berulah

Seberapapun jiwa ini mengelak,
Ia tetap disana
Dalam pandangan dua bola mata
Dalam hangatnya genggaman
Dalam tangisan cemas
Dan dalam syahdunya ayat-ayat Qur’an

Dahulu kala,
Ketika jiwa ini seputih kertas ia disana
Lalu jiwa ini mulai permainan
Kertas dahulu mulai bertitik
Titik satu, titik dua, titik tiga
Hingga mungkin seluruhnya tertutup noda
Titik. Titik.
Ia disana, memandang lembut dengan dua bola matanya
Memandang lembut dalam kasih sayang

Untuk Sang Fajar yang selalu bersinar, meski telah padam..
Aku rindu, belaian sayangmu

Ramadhan, 1433 H
Depok, 18 Agustus 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s