Belum Saatnya

Wajah tenangnya berpadu dalam hiruk pikuk suara malam
Jauh dalam lubuk hati, seorang mana tahu
Apakah senang apakah sedih
Apakah gundah apakah gamang
Berpadu dalam peluh dan ekspresi
Rona terpancar dalam gema mega
Duduk terdiam, ia tersenyum
“Belum saatnya”
Ia coba katakan
Dalam rona tenangnya, berpadu dalam doa
“Belum saatnya untuk khawatir”

Depok, 18 September 2012
Semua ada waktunya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s