Menunggu

Aku menikmati kesendirianku
Dalam keremangan, pandangan yang tak sampai satu meter
Duduk, berjongkok, terserah
‘Bangun’ mereka menyebutnya
Ia terus bernyanyi, berhenti, dipaksa bernyanyi lima menit, lalu beristirahat dan dipaksa bernyanyi lagi, lagi dan lagi
Sementara suara air terus dan terus mengucur,
Dipaksa mengucur
Ia kembali bernyanyi,
Sementara dalam remangnya lampu, dingin yang menusukku mulai hilang
Pergi dan pergi
Aku masih duduk dalam kesunyian
Menikmati manusia kecil dalam diriku bersenandung
Senandung lagu yg ku sebut ‘menunggu’

Tanah Abang, Jakarta 28 September 2012,
Menunggu adalah hal yang wajar,
Bukankah mereka katakan “good things comes for those who wait”? Maka bersabarlah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s