Yang Tersipu Malu

Yang tersipu malu, hai putri kecil
Merona merah pipi tembamnya
Memandang sekeliling, malu-malu
Percuma, merahnya tak terlihat
Terlalu kotor pipi mungilnya
Berjinjat ia mencoba mencari
Satu dan satu dan lain lagi
Mungkin ada satu dan satu dan yang lain mengantri

Yang tersipu malu, hai putri kecil
Melangkahkan kaki, membawa sejenis kayu
Kecil, digenggaman tangannya
Bus panas, bus dingin
Puntung rokok dan semilir angin
Rambut pendeknya tak disisir
Bau apak bercampur dengan kenangan
Ia mulai menyanyikan sebuah lagu

Yang tersipu malu, hai putri kecil
Yang melirik dengan penuh ingin tahu
Berapa koin yang ia dapat untuk dibawa pulang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s