Mati Saja

Siapa suruh meludahi aku?
Bukan mauku meludah balik, tapi naluri manusia siapa yang tahu?
Apa kau tahu rasanya tidak dianggap?
Sakit!
Kau berbisik dengan dia, seolah aku tidak ada
Bercerita dan saling tertawa seolah aku tidak ada
Tapi ketika emosimu memuncak, kau berkacak pinggang,
Aku ada.
Seluruh binatang maunya ku keluarkan
Seluruh kata kasar maunya ku ucapkan
Tapi aku masih ingat kau!
Aku masih anggap kau!
Aku hormat kepadamu dan Ia
Berdiri saja tidak cukup, kau seolah menendangku
Kadang ada salahku, aku meminta maaf
Tapi kicauan burung gagak membuat kepalaku sakit
Seringnya kau anggap aku salah, aku meminta maaf
Hadirku ini apa?
Pembantu? Kacung? Apa lagi?
Rasanya seperti ingin bunuh diri
Harusnya diarahkan malah dihina
Mendukung tak pernah menuntut itu sealu
Rasanya seperti ingin bunuh diri
Kurasa aku adalah sumber kesedihanmu
Maka inginku mati saja
Hadirku ini apa? Tidak adakah?
Lalu aku ingat ia dan diriNya
Lalu aku ingat kau dan dia
Lalu aku ingat aku dan masa laluku
Hhh.. Aku dirundung emosi
Namun, iya, kadang aku ingin mati saja.

Depok, 25 Oktober 2012
Hati-hati dengan emosimu, ia bisa membakarmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s