Rindu

Tidakkah kau dengar suara itu?
Denting hujan memanggil namamu
Seperti aku yang termangu dibibir jendela
Memanggil namamu dalam hatiku
Membiarkannya menggema dalam ingatanku

Aku mempermainkan diriku
Melalui janjiku akan kembalinya dirimu
Jelas, sangat jelas kau pergi bersama hembusan angin
Tidak, tidak mungkin kau kembali
Aku jelas, sangat jelas mengetahui hal itu
Tapi rupanya, aku lebih senang mempermainkan diriku
Melalui ingatanku tentang dirimu

Tidakkah kau dengar suara itu?
Denting hujan menyanyikan lagumu
Berucap rindu, berpeluh gelisah
Tidak hanya aku namun ia, dan rerumputan, dan timah-timah, dan para kayu dan para bunga, dan para kumbang dan para kucing
Berucap rindu, bertanya-tanya
Tidakkah engkau merindukan aku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s