Kesunyian

Aku terjaga.
Dalam butiran yang kau sebut embun dan dalam selimut bertabur bintang
Sunyi dan gelap.
Meski ku tahu Sang Surya merapatkan dekapan
Dan rona-rona warna menyirami kegelapan
Kesunyian.
Pekat dan penat, bercampur dan berbaur
Meninggalkan sepenggal kenangan dalam barisan kata
Tak ada yang terdengar, meski berucap bibir-bibir delima itu
Dan mencela bibir-bibir nestapa itu
Meraih telinga.
Dadaku begitu sesak, begitu ketakutan dan begitu cemas
Kulakukan berulang kali, tapi tak ada apapun yang kudapat
Selain kesunyian yang menakutkan
Aku takut.
Aku takut.

Cibinong, 7 Desember 2012
Sungguhpun kukatakan takut,
Takut akan kesunyian yang mungkin akan datang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s