Buku: Perfect Match (Pasangan Sempurna)

perfect match

Perfect Match (Pasangan Sempurna)

Penulis: Jodi Picoult
Alih Bahasa: Julianda Tantani
Tebal: 504 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Paperback, Cetakan I, Mei 2010

Nina Frost adalah seorang pengacara di daerah Maine, Amerika Serikat yang memiliki kehidupan yang nyaris sempurna. Ia menjalani kehidupan sebagaimana yang ia impikan; bekerja di departemen hukum, memiliki suami yang mencintainya dan seorang putra yang menggemaskan, Nathaniel.

Seperti anak berusia lima tahun lainnya, Nathaniel adalah sosok yang ceria, ia akan bertanya tentang apa saja yang membuatnya bingung, ia mengungkapkan apa saja yang dirasakannya dengan celotehannya, dan ia membuat lelucon apa saja yang membuat dirinya dan orang lain disekitarnya tertawa. Sosok Nathaniel adalah sosok anak yang mampu membuat orang lain jatuh cinta hanya dengan melihatnya. Maka ketika Nathaniel tiba-tiba membisu dan psikolog anak mengatakan bahwa ia mengalami trauma akibat penganiayaan seksual yang ia alami, Nina pun terpukul. Ia dan suaminya, Caleb berusaha mengembalikan keceriaan Nathaniel, mengembalikan suara Nathaniel dan mengungkap pelaku penganiayaan itu untuk akhirnya diadili di pengadilan.

Namun berhadapan dengan hukum bukanlah perkara yang mudah. Nina Frost mengenal hukum. 7 tahun ia bekerja sebagai pengacara, ia tahu ada kalanya sistem hukum berlaku tidak begitu adil bagi korban penganiayaan seperti – atau seumuran- Nathaniel. Dalam prosedur, anak-anak korban penganiayaan harus melalui competency hearing, dimana adakalanya seorang anak dinilai tidak cakap dalam berkomunikasi sehingga tidak dapat memberi kesaksian dan pelaku pun dibebaskan. Dan ketika pelaku dinyatakan bersalah dan diberi hukuman bagi Nina tetap saja hukuman itu tidak setimpal dengan apa yang mungkin mengancam si anak di masa depannya. Trauma menahun, terapi berkepanjangan dan yang paling menyakitkan adalah si anak tidak akan pernah lupa dengan apa yang telah ia alami.

Nina jelas tidak dapat melihat hal-hal itu terjadi pada Nathaniel. Bahkan ketika pelaku penganiayaan itu terungkap, ia tidak ingin Nathaniel melalui proses pengadilan, yang berarti memaksa Nathaniel mengingat dan mengungkapkan hal mengerikan itu. Nina pun mengambil caranya sendiri untuk melindungi anaknya. Ia mengorbankan masa depannya demi menjauhkan Nathaniel dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Nathaniel adalah hidupnya, bagiamana pun juga.

Jodi Picoult membawa pembaca menyelami pikiran Nina Frost, bagaimana ia sebagai seorang ibu terluka atas apa yang dialami oleh anaknya dan bagaimana pikiran-pikirannya membentuk sebuah tindakkan, melalui kacamata orang pertama. Segala gejolak dan konflik batin diuraikan dengan jelas sehingga pembaca pun akan dapat merasakan emosi Nina Frost. Namun demikian, pembaca masih dapat melihat sisi lain kehidupan disekitar Nina dan tokoh-tokoh dalam buku melalui sudut pandang orang ketiga yang menghiasi beberapa bagian. Membaca buku ini, aku mendapati diriku kadang menangis ketika membaca kenangan-kenangan mengharukan tentang keluarga Frost dan tertawa ketika Nathaniel mulai berceloteh.

Ingatkah pembaca dengan lagu ‘Kasih Ibu’? Dalam lagu ‘Kasih Ibu’ dipaparkan bahwa rasa sayang yang seorang ibu miliki sangat tidak terhingga. Sederhananya Perfect Match karya Jodi Picoult adalah gambaran lagu ‘Kasih Ibu’ dalam cerita. Nina Frost bagaimana pun juga adalah seorang ibu, yang mencintai anaknya dan rela mempertaruhkan apapun untuk anaknya. Ia mengerti prosedur hukum, ia mengetahui konsekuensi yang mungkin akan dihadapinya tapi ia tetaplah seorang ibu dari Nathaniel yang tidak akan tega melihat putranya tersakiti. Dan ibu mana yang tega melihat anaknya terluka?

Photobucket

Review ini diikutsertakan dalam Annual Contest: 2012 End of Year Book Contest

Advertisements

3 thoughts on “Buku: Perfect Match (Pasangan Sempurna)

  1. Nice review~ tapi baca buku ini kayaknya bakal bikin banjir air mata..

    Makasih ya uda ikutan 2012 End of YEar Book Contest 😀
    Ditunggu review2 lainnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s