Buku: Betsy and the Emperor (Betsy dan Sang Kaisar)

Betsy and the emperor

Betsy and the Emperor (Betsy dan Sang Kaisar)

Penulis: Staton Rabin
Alih Bahasa:
Tebal:
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, Paperback, Juli 2006

Saat itu awal tahun 2008 ketika aku menemukan buku ini di antara novel-novel teenlit lainnya. Aku selalu suka membaca teenlit ketika itu, apalagi kalau cover dari novel itu cantik. Walaupun aku tahu tidak bijak rasanya menilai buku hanya dari tampilan cover-nya saja, tapi jujur, aku sudah terpesona dengan cover novel Betsy and the Emperor. Jadi, meski ketika itu aku tidak terlalu menyukai buku terjemahan, tanganku tergerak untuk mengambilnya dari rak buku.

Tapi saat itu aku tidak kecewa membeli novel Betsy and the Emperor. Aku menyukainya. Dan saat ini, ketika aku membacanya sekali lagi, aku merasa tetap menyukainya.

Adalah Elizabeth Balcombe, seorang remaja berusia 14 tahun yang dipenuhi rasa ingin tahu dan kebebasan. Berasal dari St. Helena, pada tahun 1815, Betsy kembali ke St. Helena dari pendidikannya di London. Meski telah melalui pendidikan, tetapi Betsy tidak berubah, ia tetap seorang putri ‘pemberontak’ dalam keluarga Balcombe.

Suatu hari, pada malam kepulangannya saat ia menyelinap keluar rumahnya melalui sulur-sulur di jendela kamarnya, seorang ‘tamu’ berlabuh di Jamestown. Seorang tamu penting yang menggemparkan St. Helena: Kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte. Sejak itu hari-hari Betsy berbeda. Apalagi Boney – panggilan untuk Sang Kaisar – menginap sementara di the briars, kediaman keluarga Balcombe, karena rumah tahanannya di Longwood belum siap. Betsy dan Sang Kaisar pun menjadi teman. Hari-hari dilalui Betsy dengan melihat sisi lain Sang Kaisar. Masalah mulai timbul ketika gubernur baru tiba di St. Helena. Segalanya menjadi berubah, kebebasan untuk Sang Kaisar perlahan-lahan mulai tiada, dan Betsy pun mulai gelisah.

Kisah dari Inggris, yang mungkin juga terjadi pada masa kehidupan Betsy banyak menggambarkan sosok gadis pemberontak, yang menyalahi aturan dan bertindak tidak seperti anak perempuan lainnya di keluarganya. Jo di the little woman, Lizzy pada pride and prejudice. Jadi tidak sulit bagiku untuk membayangkan akan seperti apa sosok Betsy ini. Begitu juga dengan pemikiran dan tindakkan Betsy.

Hanya saja ada beberapa hal yang disayangkan. Sayang untuk terlewatkan adalah surat-menyurat antara Betsy dan Carstairs. Aku rasa jika surat menyurat itu lebih disorot maka pembaca akan semakin terbawa dengan kekecewaan Betsy di bagian akhir cerita mereka. Selain itu, masih ada kalimat-kalimat yang kurang membangkitkan emosi. Seperti ketika rumor mengenai Betsy dan Sang Kaisar beredar. Itu adalah hal yang besar dan aku mengharapkan ‘kejutan’ pula untuk bagian ini, tapi aku tidak menemukan kejutan yang banyak. Meski begitu, saya sudah cukup puas dengan cerita Betsy dan pikirannya dalam buku. Bagaimana Betsy begitu ingin membebaskan Sang Kaisar dan bagaimana masa transisinya menuju remaja dengan pikirannya yang perlahan mulai menjadi dewasa. Selain itu bagian yang paling kusuka adalah, keseluruh buku memuat sejarah! Aku selalu suka sejarah dan pelajaran sejarah yang seperti inilah yang selalu aku tunggu.

Pertama kali membaca buku ini, aku mungkin memberikan 4.5, tapi kini, dengan pertimbangan perasaan yang kurang puas (well, ini selalu terjadi kan? Ketika cerita lama dibaca kembali, kebanyakan akan berubah karena sudut pandang kita juga berubah dan berkembang) aku hanya bisa memberikan 3.85 maksimal untuk buku ini. Tapi aku tetap menyukainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s