Palsu

Mengapa suka hidup dalam kepalsuan?
Padahal tawa itu tak ada yang punya
Dan tangis itu menjerit, merajalela
Lalu diri pun terluka sendiri

Mengapa tak ada yang mencari kebenaran?
Berpura-pura tuli dan bisu
Padahal jawaban ada didepan mata
Padahal jelas tangis itu menjelma jadi tawa
Dan kebersamaan membawa derita

Mengapa semua ini yang terjadi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s