Takut

Ya Allah,
Mengapa langit ini begitu tinggi?
Lekat diatas kepalaku,
Tepat, ketika aku menengadah
Dengan segala keindahan, berpadu mega dan bersinar megah
Dihiasi awan-awan lembut yang manis
Merangkulnya bagaikan mimpi
Yang mana manis ketika mata terpejam
Namun nyata jelas tak dapat sejatinya untuk disentuh

Ya Allah,
Mimpipun jalan ini begitu panjang
Tanpa ujung, dan tanpa akhir
Melihat titik yang perlahan berbuih-buih
Kenangan dan kenangan yang menjadi manja
Berwarna dari yang hitam
Seakan tidak ingin kuakhiri
Seberapapun aku cepat melangkah
Seberapapun aku jauh melangkah

Ya Allah,
Gunung-gunung itu begitu kokoh
Berdiri dalam singasananya
Menantangku setiap pandangan
Separuhnya pun menciutkan nyaliku
Begitu gagah ia berdiri, seolah tiada seorangpun menandingi
Dan ketika matahari bersembunyi dibaliknya
Yang aku sadari sang Ratu pun berlindung dibaliknya

Ya Allah,
Bumi ini begitu besar
Belum lagi setiap celah dalam galaksi
Tidak mampu, sekalipun, aku menjamahnya
Memisahkan aku dan dia dalam berbagai tempat
Memisahkan aku dan yang tercinta dalam rentang waktu
Yang menampung milyar-milyar pasang kaki
Dengan dua pasang mata yang mengawasi
Dan mulut-mulut yang berkicau
Dan belaian-belaian palsu menyesatkan

Ya Allah,
Sungguhpun tiada yang lebih dahsyat dari-Mu
Sungguhpun aku kerdil dimanapun

Ya Allah,
Aku takut.
Gamang dan gelisah
Aku takut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s