Sketsa Manual dan Vektor

naztasaari

Beberapa orang mulai bertanya kepadaku, kenapa akhir-akhir ini semakin giat berkutat dengan vektor dan mulai meninggalkan buku sketsa? Sebenarnya bukan karena hobi baru maka aku meninggalkan hobi lamaku.

Teman-teman yang sering membaca blog ku mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa aku senang mencoret-coret kertas. Memang yang sering ku posting dalam blog adalah foto-foto hasil jepretanku, puisi dan monolog-monolog absurdku. Tapi diam-diam, semenjak duduk dibangku SD aku senang sekali menggambar. Sementara vektor telah kukenal sejak bertahun-tahun lalu. Hanya saja aku tidak begitu mendalaminya karena aku tidak selalu membawa laptopku kemana-mana.

Awalnya yang kuingat, aku senang sekali mencoret-coret bagian belakang buku tulisku ketika SD dengan tulisan-tulisan dan gambar tokoh kartun. Lalu suatu hari, mama memberikanku sebuah buku yang amat berharga dari masa lalunya. Sebuah buku pelajaran IPS milik mama yang didalamnya sama sekali tidak ada tulisannya, melainkan gambar-gambar cantik dan indah hasil karya mama. Rupanya mama pun memiliki kegemaran yang sama. Beliau sangat pintar dalam menggambar, terutama saat beliau menggambar manusia, mata mereka seperti berbicara.

Sejak saat itu aku semakin senang menggambar. Aku ingin sekali menghasilkan sebuah gambar yang sangat cantik seperti gambar mama, bahkan menandinginya. Ketika SD, salah seorang temanku, Jessica, bahkan memintaku untuk membuatkannya desain gaun pengantin untuk dikenakan olehnya ketika ia menikah nanti. Aku masih ingat janji kecil itu. Entah dimana Jessica berada sekarang, dan apakah ia masih mengingatnya atau tidak. Papa pun gemar sekali membelikanku buku sketsa dan alat gambar lainnya.

salah satu hasil karya ku yang kugambar dengan pensil abu-abuku

salah satu hasil karya ku yang kugambar dengan pensil abu-abuku

Lalu apa yang menjadikan aku akhir-akhir ini lebih banyak menggeluti vektor ketimbang gambar manual?

Dua minggu yang lalu adalah awal dari cerita ini semua. Saat itu mata kuliah Etika dan Filosofi Komunikasi dan aku merasa bosan. Tanganku sangat gatal dan ingin menggambar. Aku lantas mengaduk tas ku dan mengeluarkan buku sketsa mungilku, tapi sayangnya aku tidak menemukan pensil kesayanganku. Aku mencari-cari berulang-ulang kali namun pensil abu-abuku tidak ada ditempatnya. Penghapusnya pun hilang. Aku sangat yakin, tadi pagi aku masih melihatnya diangkutan umum.

Hilangnya pensil abu-abuku membuat aku sangat sedih. Sejak SMA, pensil itu selalu menemaniku mengerjakan tugasku, mencoret-coret bagian belakang buku ku, dan bahkan menggambar. Pensil itu merupakan pensil kebanggaanku karena ringan dan nyaman saat dipakai (ini buka iklan, tapi memang benar aku mennyukainya karena nyamannya). Menggunakan pensil lain untuk menggambar memang menjadi alternatifku, tapi entah kenapa hasilnya selalu berbeda dan rasanya pun jauh berbeda. Aku masih menggambar manual saat ini, tapi frekwensinya tidak sesering dulu. Aku bahkan berniat untuk mengumpulkan uang dan membeli pensil serupa yang baru (semoga segera kebeli, karena aku sudah tidak sabar ingin kembali mengisi buku sketsa ku).

Hilangnya pensil tidak berarti aku akan meninggalkan buku sketsaku dan beralih ke vektor. Vektor bukan pelarianku karena hilang pensil. Ini hanya salah satu hobiku yang mendadak menjadi dominan setelah hilangnya pensil. Beberapa teman pun akhir-akhir ini cenderung memintaku untuk melakukan vektor untuk mereka. Jika disuruh memilih, mana yang paling aku sukai? Jawabannya adalah keduanya, namun memang aku lebih sering mencoret-coret manual sejak lama dibandingkan dengan mem-vektor.

Sekarang, aku hanya bisa berharap aku dapat membeli pensil serupa yang baru secepatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s