Berdiri Diatas Kedua Kakiku

“Cobalah berdiri diatas kedua kakimu sendiri”

Adalah sebuah kalimat yang telah lama menggantung dalam pikiranku beberapa bulan ini. Dari mana asal kalimat itupun aku bahkan tidak ingat. Yang kuingat, aku berada dalam sujud tersulitku dengan mata yang sudah tidak sanggup lagi membendung semua gelisah dan kegamangan hatiku. Aku tahu, Allah senantiasa bersama dengan umat-Nya yang tak putus berusaha, dan aku inshaAllah akan selalu berusaha. Namun saat itu, aku merasa aku butuh pertolongan dari tangan-tangan yang kurindukan.

Setiap kehidupan memiliki masa-masanya tersendiri. Sering mungkin kita mendengar filosofi roda kehidupan, dimana hidup kadang berada diatas dan kadang dibawah. Aku pribadi terkadang merasa lebih banyak berada dibawah daripada diatas. Tapi seorang teman tiba-tiba mengingatkan padaku bahwa mungkin aku kurang bersyukur. Mungkin terasa berat karena aku selalu memikirkan hal yang tidak benar dan tidak sepatutnya aku pikirkan. Aku yang kurang bersyukur ini perlahan mencoba untuk terus mensyukuri setiap madu dan duri yang kudapatkan. Dan memang benar, selalu saja ada yang dapat disyukuri dari tiap lekuk kehidupan. Manis dan pahit hanya perasa, yang penting pelajaran hidup yang dapat diambil.

Dan inilah masa-masa dimana aku merasa diriku runtuh. Seutuhnya, enam bulan lebih, aku merasa diriku terombang-ambing. Aku tidak dapat mengendalikan pikiran dan perasaanku. Aku lupa dan lalai akan tujuan hidupku yang utama. Aku benar-benar butuh tongkat untuk menopang tubuhku.

Tapi dalam hati kecilku, aku tahu bahwa bukan tongkat yang akan menopang tubuhku untuk berdiri tegak dan melangkah. Tapi kakiku sendiri. Bukan orang lain, bukan orangtua, saudara, teman, kerabat apalagi kenalan yang dapat menentukan hidupmu, tapi dirimu sendiri. Pertolongan itu selalu datang, dan datangnya selalu atas restu Allah. Tidak akan pernah Allah meninggalkan umat-Nya disaat yang sulit. Allah mungkin mengirimkan mu malaikat-malaikat kasatmata untuk membantumu, tapi bukan untuk menopangmu seutuhnya. Itu adalah kalimat yang selalu aku tanamkan dalam hatiku. Agar tidak sakit bagian tubuh yang lain, ketika tongkatku hilang.

Aku mungkin hingga saat ini membutuhkan pertolongan, tapi aku akan berusaha maju terus dan terus dalam bismillah dengan kedua kakiku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s