Hati Punuk Pada Rembulan

Membayangkannya saja sungguh aku tak sanggup

Bersanding indah disana, dengan kerlip bintang
Berpendar dalam kelamnya malam
Merangkul dalam kedinginan
Menyelimuti mimpi dan asa
Membawaku kedalam ketakutan

Melihatnya, laksana tertusuk seribu belati
Bagai menjilat dalam api yang tak pernah padam
Bermimpi aku tak sanggup, berharap aku terlampau jauh
Ia menjatuhkanku, tekur aku tak berdaya

Sang Surya tidak tahu apa-apa
Dan tidak perlu tahu

Nista aku memimpikan ia yang tak dapat kuraih
Resmi aku berkelana dalam imaji
Aku,
Punuk tak tahu diri, bermimpi bersama Sang Rembulan

Depok, 24 Januari 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s