Third Star: Perjalanan Persahabatan

Howdy! It’s been a while since my last post.

Sebenarnya mungkin agak lama juga aku tidak post disini. Sibuk? Bukannya sibuk, kegiatanku setiap hari tidak lebih hanya bersantai dan menonton serial kartun televisi Upin dan Ipin saja. Bahkan skripsi pun agak tersendat. Jangan ditanya bagaimana perkembangannya, tidak ada perkembangan yang bisa aku pamerkan. Tapi aku rasa, segera setelah post ini aku akan mulai mengerjakannya.

Beralih ke hal lain, temanku Laras memberikanku beberapa film untuk ditonton beberapa waktu lalu. Akhir-akhir ini, setelah menonton serial Sherlock, kami (sebenarnya Laras lebih daripada aku) memiliki ketertarikan khusus dengan pemeran utamanya, Benedict Cumberbatch. Me personally think that he has beautiful eyes, deep yet sexy voice, and it’s kinda addicting for me to watch Sherlock over and over and over again. Sementara Laras, dia mencari berbagai film dan serial yang pernah diperankan oleh Ben. Dia mengunduh dan menontonnya. Sejauh yang aku tahu, Laras selalu bercerita film Ben apa saja yang baru ia tonton. Hingga suatu hari ia ingin sekali memperlihatkanku film tersedih Ben yang pernah ia tonton. Dari sanalah aku mendapatkan Third Star.

Dari review yang kubaca di internet, agak susah mencari film ini, karena ini film televisi lokal. Tapi entah bagaimana caranya Laras mendapatkannya. Dan dia memberikan padaku dengan alasan aku pasti akan menyukainya (dan menangis) karena aku suka film sedih. Sebenarnya, aku tidak bisa dikatakan suka dengan film yang sedih-sedih, tapi memang hampir setiap film yang kutonton pasti bisa membuatku menangis (bahkan ketika orang mengatakan bahwa film itu adalah film komedi). Tragis.

11158137_800

Jadi aku menonton film ini sekitar 4 hari lalu (dan terus berlanjut sampai hari ini). Ceritanya adalah tentang 4 orang sahabat yang melakukan perjalanan. James, Davy, Bill, dan Miles. Ini adalah perjalanan yang luar biasa, karena perjalanan ini khusus dirancang untuk James, sahabat mereka yang baru menginjak 29 tahun dan menderita rhabdomyosarcoma (kanker otot) stadium akhir, ke tempat favorit James, Barafundle Bay. Medan untuk menuju Barafundle Bay tidaklah mudah, keempatnya harus berjalan dan berkemah berhari-hari untuk sampai ke Barafundle Bay. Perjalanan menuju Barafundle inilah yang menjadi inti dari cerita. Dengan karakteristik yang berbeda-beda, keempatnya tidak hanya saling melengkapi, namun juga bahu membahu demi mengantar James ke Barafundle.

James, dalam film ini digambarkan sebagai sosok yang tenang dengan pikiran-pikiran yang tidak dapat diduga. Sesaat James tampak bahagia hingga dapat tertawa gembira namun saat berikutnya James bisa jadi berapi-api menasehati sahabat-sahabatnya tentang bagaimana seharusnya mereka memperlakukan kehidupan hingga memicu ketegangan diantara mereka. Sementara itu, sosok Davy bagaikan kaki untuk James berdiri. Ia senantiasa menolong James dan diberi tanggungjawab oleh orang tua James untuk menjaganya. Dengan tulus, Davy menjadi penopang utama bagi James dalam perjalanan. Lalu ada Bill, seorang sahabat yang humoris dan penuh ke-absurd-an. Bill selalu punya pikiran tersendiri dan cara tersendiri pula untuk mengekspresikan dirinya. Perjalanan menuju Barafundle yang terkadang memanas akibat emosi James pun akan langsung mereda dengan adanya Bill. Dan yang terakhir adalah Miles, sahabat lain James yang sama-sama bercita-cita menjadi seorang penulis.

Tingkah polah khas lelaki dapat terlihat di dalam film ini. Bagaimana mereka saling bersenda gurau, bagaimana mereka saling menjaga, dan bagaimana-bagaimana lainnya yang benar-benar menggambarkan brotherhood. Sepanjang film, mungkin kalian akan tertawa karena ulah keempatnya, tapi pada lima belas menit terakhir air mata kalian akan deras (Laras bilang dia tidak menangis, aku belum pernah mendengar atau melihatnya menangis ketika menonton film, dan sudah sejak lama sekali aku selalu berencana membuatnya menangis karena film, tapi gagal. Jadi kalau ada yang membaca review ini dan memiliki film yang menurut kalian sangat sedih sekali hingga membuat kalian tidak berhenti menangis, tolong bilang padaku. Laras tidak suka kartun, film asia seperti drama korea, thailand dan mandarin, dan sangat menyukai film internasional, film yang tidak banyak ditonton orang katanya).

Menonton film ini benar-benar membuatku ingin liburan dengan teman-teman terdekatku. Liburan ke tempat yang jauh sekali. Suatu waktu Laras pernah menceritakan aku tentang drama Ramayana ballet yang dipentaskan di Candi Prambanan, Jogja. Tapi itu sudah sangat lama sekali dan mengingat kesibukkan kami, aku rasa kemungkinan kami pergi kesana sangat kecil. Sementara teman lain yang merencanakan backpack adalah Shinta dan Nadya. Kami berencana berpetualang di Sumatra Selatan setelah kami selesai skripsi, tapi aku rasa mengingat kami akhir-akhir ini jarang sekali berkomunikasi dan membahasnya kemungkinan kecil untuk pergi kesana pun kecil sekali. Tapi aku ingin sekali pergi berlibur dengan teman-temanku. Mungkin kalau berjodoh, Allah akan memberikan kami kesempatan. Meskipun begitu, aku sangat bersyukur memiliki teman seperti mereka dalam hidupku. Seakan-akan tidak ada habisnya aku menceritakan betapa bangganya aku memiliki teman yang selalu mengingatkanku, membelaku meski jelas-jelas aku salah dan kemudian menertawakan kebodohan kami ketika kami sadar kami salah, menjadi dokter dan guru pribadiku, teman-teman yang tidak ada habis dan tidak ada pelitnya berbagi pengalaman dan pelajaran padaku. Kata sepupuku, jodoh itu adalah sesuatu yang hilang dan kembali. Aku percaya meskipun kami berada ditempat yang berbeda, tidak selalu bersama bahkan sangat jarang bertegur sapa, selama kami berjodoh, kami pasti akan kembali.

Miles, Bill, James dan Davy dalam Third Star

Miles, Bill, James dan Davy dalam Third Star

 

Advertisements

One thought on “Third Star: Perjalanan Persahabatan

  1. Pingback: The Bachelor Weekend (The Stag): Cerita Lain Tentang Perjalanan Persahabatan | interlude

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s