Kirim Aku, Ke Sana

nomor punggung duabelas dan delapan

Suatu hari di Bali, nomor punggung duabelas dan delapan

Aku suka pantai. Saat debur ombak meramaikan telingaku, dan saat lazuardi menyapu langit dan berpadu dengan lautan, saat-saat itu bukan romantisme yang kurasakan. Tapi kedamaian. Kakiku akan kubiarkan bertelanjang saja menginjak-injak pasir pantai yang lembut dan lembab. Saat ombak bertabrakan disela kakiku, saat itulah aku merasa dunia ini merangkulku. Apalagi ketika angin menerpa wajahku. Membisikkan kalimat-kalimat yang tidak dapat ku mengerti selain “bebas”. Aku ingin berlarian, lagi dan lagi. Bercengkrama, lagi dan lagi. Mengirim diriku lagi dan lagi, ke sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s