Mama

my mama

my mama

Siang tadi, mama datang ke kamarku dengan mata yang basah. Beliau memang cepat menangis. Tapi kali ini aku benar-benar bingung, apa yang membuatnya menangis? Sementara tidak sampai setengah jam yang lalu Beliau masih tertawa mendengar candaanku. Lalu tahulah aku ketika ia berkata “Mama bangga sama Tasya, mama ingin Tasya terus sukses”. Bahwa ia menangis karena terharu. Bahwa ia menangis karena bahagia. Bahwa ia menangis karena bangga. Dan terlebih adalah bahwa Beliau bersyukur memiliki aku sebagai anaknya.

Ma, anakmu ini belum dapat mengangkat derajatmu seutuhnya, belum dapat membuatmu bahagia sepenuhnya, dan mungkin seringkali mengecewakanmu. Tapi ketahuilah ma, Tasya akan selalu berusaha untuk selalu membuat mama bangga. Karena Tasya sayang mama, satu-satunya orang yang selalu ada di samping Tasya. Malaikat terindah yang diciptakan Allah untuk Tasya. Yang menjaga Tasya selalu, sejak hanya segumpal daging sampai kini telah lulus menjadi sarjana. Ma, maafin Tasya yang belum sanggup memenuhi semua keinginan mama..

Dan papa, terimakasih telah menjadi Imam terbaik untuk mama, yang mampu membimbingku hingga aku mengerti hidup ini tidak sekedar hitam dan putih. Tidak ada jalan instan dan sejuta nasihat terakhir yang diberikannya pada ku. Aku merindukanmu pa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s