Ibu

IMG_0010

Aku ingat, bagaimana nada-nada itu melambung menjadi satu paduan lagu yang sangat indah dari seorang teman. Hari itu adalah suatu hari yang cukup cerah dikala aku masih mengenakan seragam putih abu-abuku. Terlalu awal rasanya untuk pulang ke rumah, jadi aku putuskan untuk mengikuti saja temanku yang kebetulan akan latihan musik. Dua orang temanku akan mementaskan lagu Iwan Fals berjudul ‘Ibu’ yang dimainkan secara akustik. Aku ingat bagaimana salah satu yang bermain gitar memainkan nada-nada indah itu. Lalu sebuah bait yang membuatku terenyuh dan memikirkan tentang ibuku..

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintangan untuk aku, anak mu..
Ibuku sayang, masih terus berjalan..
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah”

Sosok seorang Ibu yang penuh pengorbanan, tanpa kenal lelah, dan tanpa kenal pamrih melakukan berbagai macam hal untuk anaknya tergambar jelas dalam lirik lagu itu. Satu persatu hatiku hancur seiring dengan selesainya lagu itu. Semenjak saat itu, selalu setiap aku mendengar alunan lagu itu, hatiku tergetar. Dan aku menjadi teringat sosok ibuku.

Ini adalah sosok Ibu yang melahirkan dan merawat aku hingga aku dapat menulis postingan ini dalam keadaan sehat walafiat dan bahkan lebih dari apapun, banyak sekali hal yang dapat aku syukuri. Kalian tidak perlu tahu siapa nama wanita cantik ini. Ya, wanita tercantik dalam hidupku, adalah mamaku, Ibuku.

Aku sangat mengagumi wanita ini.

Lihatlah aku, seorang anak yang jauh dari kata sempurna. Bahkan, jika disandingkan dengan teman-temanku yang lainnya pun aku berbeda. Lihat adikku, seorang anak yang jelas-jelas berbeda dan selalu mengundang ocehan yang tidak jarang kasar dan mencemooh. Tapi lihat mamaku. Disana ia berdiri dengan senyum yang terbuka lebar dan menatap kami bangga. Setiap kali disebutnya kami ini anak yang paling cantik. Tidak hentinya beliau melihat ke fotoku ketika wisuda kemarin dan memuji betapa cantiknya aku. Padahal aku tahu, itu hanya di mata Ibuku.

Tapi anak adalah apel teranum dimata seorang Ibu.

Ada ratusan alasan untuk Ibuku meninggalkan kami. Tapi ia selalu punya jutaan alasan untuk tetap tinggal dan bertahan. Ia tidak pernah memikirkan dirinya pada pertama kali, ia selalu memikirkan anaknya. Betapa ia selalu berperih untuk dapat membuat aku dan adikku tersenyum. Betapa ia harus selalu bangun lebih awal dan pulang lebih malam untuk bisa menyaksikan kuncir topi wisuda ku dipindahkan dari kiri ke kanan. Dan betapa ia harus selalu menahan rindu dan waspada yang tak terkira, untuk dapat melepas putri-putrinya melalui hari-harinya.

“Di doa Ibuku, namaku disebut..”

Ada waktu ketika aku mendengar seseorang berucap, “Kenapa sih mesti punya orang tua seperti dia?”, yang sebenarnya tidak pantas untuk dikatakan. Ya, kita tidak dapat memilih kepada keluarga siapa kita akan dilahirkan, dan kita tidak bisa serta merta berharap untuk tumbuh dikeluarga yang bagaimanakah. Tapi jauh dari hari sebelum kita dilahirkan, orang tua kita – mama dan papa, ibu dan ayah, bunda dan yanda – sangat mengharapkan seorang malaikat kecil mengisi ruang diantara mereka. Seorang malaikat kecil yang mampu menyembuhkan luka dan hilangkan lelah. Seorang malaikat kecil yang menjadi alasan dari setiap senyumannya, kebanggaan mereka. Seorang malaikat kecil yang adalah kita, anak-anaknya. Aku rasa itulah yang membuat nama kita selalu ada dalam doa orang tua kita, terutama ibu. Dan ini membuat aku kembali berpikir: sudah berapa banyak kah aku mendoakan ibuku?

Hari Ibu adalah sebuah simbolis. Pada dasarnya, dan pada hakekatnya, sudah seharusnya anak-anak mencintai orang tua mereka, ayah dan ibu, setiap harinya. Cinta dan menjadi sangat cinta pada setiap harinya. Semakin bertambah dan bertambah cinta.

Meski aku baru seperti ini, mama selalu bangga padaku. Aku tahu dari bagaimana ia tersenyum dan membicarakan aku pada teman-temannya. Dari bagaimana ia memasang wajahku sebagai wallpaper ponselnya. Dan dari bagaimana ia menatapku. Meski aku bilang aku sangat mencintai ibuku, tapi aku tahu ibuku lebih mencintai aku.

Semoga mama selalu diberikan kesehatan. Semoga mama selalu dalam lindungan Allah.

Aku akan selalu mencoba membahagiakan mama dan membuat mama selalu tersenyum bangga pada kami 🙂

Terima kasih mama..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s