Finding Neverland (2004): Kisah Menyentuh Dibalik Cerita Peter Pan

findingneverland

Familiar dengan gambar di atas? Gambar keponakan dan om yang duduk berdua di bangku taman dengan wajah agak-agak sendu ini memang sering sekali dijadikan meme atau komik lucu-lucuan. Tidak hanya di Indonesia, meme gambar ini ada dimana-mana. Bahkan kalau kalian googling ada versi bahasa Perancis sampai ke bahasa Rusia!

Tapi tahukah kamu kalau gambar tersebut berasal dari sebuah film yang sangat menyentuh hati tentang bagaimana seorang pria menciptakan dunia yang tidak pernah ada sebelumnya, dengan anak lelaki yang tidak akan pernah tubuh dewasa bernama Peter Pan. Ya, Finding Neverland adalah sebuah kisah menyentuh yang terinspirasi dari kejadian nyata, kehidupan J.M. Barrie, the author of Peter Pan.

Tahun 2004 ketika film ini pertama dirilis, aku rasa aku baru akan lulus SD. Saat itu, aku tidak begitu menikmati menonton film. Ketika itu, televisi kabel tidak populer dan rasanya hanya orang kaya raya saja yang menyetel The Simpsons di tv mereka. Dan aku lebih menyukai kegiatan di luar ruangan bersama teman-teman seusiaku, bermain sepeda. Tapi aku tahu ada kisah Peter Pan jauh sebelum film ini rilis.

Kakak Ibuku yang dulu kuanggap sedikit ‘aneh’ sangaaaaaat menyukai kisah Peter Pan. Ia punya kartun gubahan Walt Disney dalam bentuk VCD yang sangat ia sayangi. Covernya sudah hilang, tapi tetap ia rawat dan ia jaga. Aku ingat betul bagaimana ketika ia menjaga kami, ia sering mencuri-curi waktu untuk menyetel VCD itu di ruang tamu. Aku ingat, dia memperlakukan sekeping VCD itu dengan begitu istimewa. Ia tidak membiarkan kami menyentuh permukaannya karena katanya nanti akan menjadi lecet dan merusak filmnya. Dan ketika kami menontonnya aku tahu satu hal: Peter Pan adalah cerita yang sangat indah dan sangaaaaat aku sukai. Aku jatuh cinta dan pada akhirnya merengek agar Aa’, begitu aku memanggilnya, memberikan VCD itu untukku. Saat ini, entah bagaimana VCD itu ada di rumahku. Saking seringnya aku setel, baret dimana-mana, dan ya, filmnya menjadi rusak.

Finding Neverland mungkin merupakan salah satu dari kisah yang diangkat dari kisah nyata. Bagaimana J.M. Barrie melalui kehidupannya sebagai penulis dan bagaimana ia terinspirasi membuat sebuah cerita berjudul Peter Pan dari hari-hari yang ia lalui dengan keluarga Llewelyn Davies. Tokoh Peter sendiri diangkat dari salah satu putra Llewelyn Davies bernama Peter.

Seperti anak-anak pada umumnya, Peter memiliki tubuh yang kecil dan menggemaskan. Tapi satu hal yang membuatnya berbeda dari anak-anak lainnya, Peter terlalu dewasa untuk usianya. Ia tidak mau menggunakan imajinasinya dan selalu mengacu pada kenyataan. Peter menjadi muram dan berbeda sejak ayahnya meninggal. Kehadiran J.M. Barrie ditengah-tengah keluarga ini membawa warna baru dalam kehidupan Peter. Ia masih membatasi diri dan menjadi orang yang terkesan tertutup, tapi James (Barrie) selalu mencoba untuk membuatnya menanggalkan semua hal yang membuatnya sakit dan menjadi anak-anak seperti biasanya.

James menghabiskan banyak waktu dengan keluarga Llewelyn Davies. Dari waktu yang ia habiskan bersama-sama inilah ia mulai mendapatkan inspirasi untuk menciptakan suatu kisah baru, Peter Pan.

Beberapa karakter dalam kisah Peter Pan sebenarnya memang terinspirasi dari kisah keluarga Llewelyn Davies. Bahkan rutinitas dan kejadian dalam kisah Peter Pan pun diangkat dari masa-masa yang James habiskan dengan keluarga Llewelyn Davies. Dan kisah tersebut memang dipersembahkan untuk keluarga tersebut, anak-anak keluarga Llewelyn Davies.

Suatu hari ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku mengikuti sebuah tes kenaikan tingkat gitar klasik ditempat aku les. Saat itu aku sangat tegang karena itu adalah kali pertama aku menjalani tes. Tapi instrukturku berkata, aku pasti bisa. Lagi pula, instrukturku akan ikut masuk ke dalam dan tidak akan ada yang menertawakanku jika aku salah. Ketika aku masuk, ada seorang lelaki berkulit gelap, tubuhnya tinggi, dan rambutnya ikal, panjang, dan tipis-tipis. Lelaki itu awalnya tampak mengerikan bagiku, tapi begitu ia tesenyum dan menyapaku, aku tahu ia orang yang baik dan dapat diandalkan. Dia bertanya tentang kesulitanku, tentang bagaimana les musikku dan tentang kegiatan kesukaanku. Kukatakan padanya, aku suka membaca. Lalu tiba-tiba ia bertanya “Siapa aku, kamu tahu?” dan aku bingung dengan pertanyaan itu. Aku diam, tidak tahu harus berkata apa. Lalu kemudian ia bilang “Memang biasanya begitu, kadang kita setiap hari membaca buku tapi tidak peduli dengan penulisnya. Karena kita lebih peduli tentang isi buku itu”. Lalu instrukturku berkata bahwa ia adalah penulis, penyusun dari buku gitar klasik yang hampir setiap hari aku buka dan aku baca. Itulah tepatnya saat aku berpikir untuk memiliki rasa peduli lebih banyak. Dan itulah kali pertama aku mencoba untuk mencari siapa-siapa saja penulis buku yang aku sukai bukunya dan apa yang ia tulis dalam biografi singkatnya.

Advertisements

2 thoughts on “Finding Neverland (2004): Kisah Menyentuh Dibalik Cerita Peter Pan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s