Buku: Interlude

Interlude - Windry Ramadhina

Penulis: Windry Ramadhina
Tebal: 380 halaman
Penerbit: Gagasmedia
Mei 2014

Interlude, sama seperti judul blog ku. Interlude, adalah jeda diantara dua bait dalam lagu. Aku menggunakan Interlude sebagai judul blog ku, karena aku mencurahkan seluruh waktu dan pikiranku sejenak, diantara kehidupanku yang tidak mudah ditebak. Windry Ramadhina, secara terpisah menggunakannya sebagai sebuah judul dari salah satu karyanya. Pertama kali aku melihat buku ini diantara buku-buku lainnya di toko buku, aku tidak langsung meraihnya. Karena aku tidak pernah menunjukkan ketertarikanku pada sesuatu yang sejujurnya aku minati di depan umum.

Interlude bukan satu-satunya karya Windry Ramadhina yang memikatku hanya melalui judulnya saja, tapi buku pertamanya yang aku baca berjudul Orange dengan kamera sebagai covernya juga memikat hatiku. Karena sejujurnya aku adalah penggemar berat warna matahari pagi itu. Dan sejujurnya lagi, judul Interlude membuatku penasaran dan bertanya-tanya, bagaimanya buku berjudul Interlude ini menceritakan kisahnya? Dan pertanyaanku terjawab, setelah aku membaca buku ini.

Interlude bercerita tentang lelaki bermasalah, bertemu dengan perempuan pemalu, pendiam, dan memiliki masa lalu yang sangat menyeramkan. Adalah Hanna, seorang gadis manis yang selalu menunduk, berbicara dengan terbata, tidak pernah memandang lawan bicaranya, berbicara sangat singkat dan bahkan menghindari orang-orang. Dibalik semua itu, adalah kenangan yang sangat menyeramkan dan tidak dapat dilepaskan begitu saja oleh Hanna yang menjadikannya begitu ‘berbeda’, setidaknya itulah yang dirasakannya. Adalah Kai, pemuda tampan yang kelewat santai dan tidak pernah fokus pada satu hal, setidaknya itulah penilaian orang lain. Seorang heart-breaker yang dengan lihai memanfaatkan ketampanannya untuk menjerat wanita-wanita bodoh dalam pelukannya. Keduanya bertemu, keduanya saling tertarik, dengan cara mereka masing-masing.

Mungkin ide ceritanya begitu klise. Lelaki nakal bertemu perempuan baik-baik, kelewat baik malah. Tapi entah mengapa aku selalu suka dengan cara penulisnya menuturkan potongan demi potongan cerita. Rasanya, setiap kata yang renyah itu begitu menggoda dan sayang untuk dilewatkan. Bahkan titik-komanya. Iya, ini adalah buku ketiga Windry Ramadhina yang kubaca. Sebuah cerita klasik yang dikemas begitu manis, menggoda, dengan sedikit rasa menyakitkan (menyakitkan membaca beberapa adegan dalam novel ini, itu benar).

Aku suka ceritanya secara keseluruhan. Bukan hanya ceritanya, tapi penuturan ceritanya, narasi dan deskripsinya, juga bagaimana karakter tokoh dihidupkan dalam setiap halamannya. Sepertinya, aku dapat merasakan bagaimana Windry menikmati dirinya menciptakan karakter setiap tokoh hingga tokoh-tokoh terasa begitu hidup.

Sayangnya, ada potongan cerita yang seakan kurang. Prolog mengantarkan aku pada betapa terpukulnya Hanna akibat sesuatu yang mengguncang kehidupannya. Tetapi sesuatu yang mengguncang itu tidak dapat aku temukan seiring dengan habisnya halaman-halaman yang kubaca. Aku tahu dengan pasti, kejadian apa yang dialami Hanna, namun aku tidak dapat merasakan pastinya, bagaimana perasaan Hanna. Itu membuat aku merasa kurang. Selebihnya, aku menikmati buku ini.

Suatu ketika aku pernah mendengar sebuah kutipan, aku sendiri tidak yakin dari mana kutipan ini berasal karena rasanya sudah lama sekali aku mendengarnya. Kutipan itu berkata bahwa dalam setiap senyum kadang masih ada tangis dan dalam setiap tangis masih ada senyuman. Aku rasa, inilah cara Windry Ramadhina membagikan kisah tentang kehidupan setiap orang yang berbeda, dan bagaimana kehidupan yang berbeda itu saling bertemu dan berbenturan. Tapi seperti halnya sebuah lagu, selalu ada jeda dalam kehidupan itu, dan terkadang jeda itu berarti bahagia.

Advertisements

2 thoughts on “Buku: Interlude

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s