Ada Kalanya

Itu benar, bahwa ada kalanya aku merasakan diri ini memiliki banyak dosa. Dan apapun yang aku lakukan selalu saja salah.

Ada kalanya,
aku ingin merasakan kakiku melayang.
Menggapai-gapai, tapi tak sampai.
Menikmati terpaan angin di bawah kakiku.
Rasa getir dan degup jantung itu, akan aku abaikan.

Ada kalanya,
aku ingin merasakan terjatuh.
Dari ketinggian gedung paling tinggi.
Menerpa angin, disambut tanah.
Keras dan menyakitkan, sekaligus mengejutkan dan menghentikan.

Karena ada kalanya,
Jantung ini memompa terlalu banyak.
Tapi menyisakan ruang yang terlalu sempit.
Memberikan sesak yang tak terkira dan sakit di pelipis.

Kata orang itu sakit hati.
Rasanya tidak hanya ada di hati.
Tapi sekujur tubuh.

Tidur dalam rengkuhan air.
Berdiri dalam ketinggian.
Menerpa angin menerjang bebatuan.
Ada kalanya menjadi hal yang begitu dirindukan.

Aku tahu yang aku pikirkan adalah dosa besar.
Aku tahu.
Karena ada kalanya apa yang aku rasa, tidak ada seorangpun yang tahu.
Atau mengerti.
Atau ingin tahu.

Ada kalanya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s