Angkuh

 

Aku diam bukan kesal, aku diam bukan marah
Diam ku ini hanyalah wujud kekecewaanku
Atas segala sesuatu yang berjalan tidak sesuai rencana
Atas segala sesuatu yang berjalan tidak sesuai kehendak

Tapi itu hanya kehendak ku

Aku masih juga menyimpan luka-luka seakan aku penguasa
Aku masih juga berencana seakan aku penyempurna
Padahal seujung kuku pun aku bukan
Padahal setitik debu pun aku bukan

Aku terlalu berbesar hati

Terlalu angkuh aku mengakui, diri ini terlampau cacat
Terlalu angkuh aku mengakui, diri ini selalu lalai
dan terlalu angkuh aku untuk berucap maaf
dan meski pertolongan itu tetap datang

Untuk kemudian aku tunduk, pada keangkuhan pembawa penyesalan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s