Buku: To All the Boys I’ve Loved Before

to-all-the-boys-ive-loved-before-by-jenny-han

To All the Boys I’ve Loved Before

Penulis: Jenny Han
Alih bahasa: Airien Kusumawardani
Tebal: 380 halaman
Penerbit Spring
Cetakan I, April 2015

Apa yang akan kamu tulis, seandainya kamu memiliki kesempatan untuk menulis surat cinta tanpa harus mengirimkannya? Lara Jean menuliskan semua perasaannya pada lima orang lelaki yang sangat ia sukai dalam surat cintanya. Mengapa ia menyukainya, betapa patah hatinya ia tidak dapat mengungkapkan perasaannya, betapa Lara Jean pada akhirnya membencinya, tentang bagaimana perasaannya tidak terbalas, dan semuanya. Kelima surat cinta itu tentu saja tidak dikirimkan pada setiap lelaki yang ia sukai. Lara Jean hanya menyimpannya dalam kotak topi pemberian ibunya dan segera setelahnya, rasa suka kepada lelaki tersebut akan hilang.

Namun tanpa diduga, seseorang mengirimkan surat-surat cinta Lara Jean melalui pos pada setiap lelaki yang ia kirimi surat! Saat itu juga kehidupan Lara Jean yang selalu berjalan biasa saja menjadi luar biasa kacau. Lara Jean menghadapi permasalahan serius dengan para lelaki incarannya terdahulu, tidak terkecuali Josh Sanderson, mantan pacar kakaknya.

Kerumitan sudah bisa dibayangkan? Oke! Kini saatnya resensi.

Agak telat rasanya kalau aku baru menulis resensi buku ini sekarang. Karena tentu saja buku ini sudah jadi perbincangan di Goodreads semenjak awal penerbitannya, dan telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berbulan-bulan lalu. Buku ini juga sempat menjadi penghuni tak terjamah dari lemari bukuku, jadi ya, lumayan telat.

Tapi aku rasa, sangat sah-sah saja untuk memasukkannya dalam lis satu buku kesukaanku karena buku ini sangat-sangat menghibur, mendetail dengan caranya yang ringan, dan memiliki karakter dan cerita yang lucu.

Dari awal cerita, Jenny Han perlahan namun pasti menceritakan siapakah Lara Jean itu. Bersama siapa ia tinggal dan sedikit banyak pembaca diajak mengerti mengapa Lara Jean tumbuh dengan karakter seperti ‘itu’. Semua diceritakannya dalam sudut pandang orang pertama, yaitu Lara Jean sendiri. Dalam berbagai kesempatan, Jenny Han juga menyisipkan kehidupan Lara Jean sebagai seorang warga Amerika keturunan Korea sebagai detail.

Lalu ketika permasalahan pertama datang dan keseruan buku menjadi bertambah, pembaca akan disajikan dengan humor-humor khas remaja yang kadang kala romantis, kadang kala sangat jujur, namun seringnya lucu. Ini semua berkat jalan pikiran Lara Jean yang begitu lugu, jujur, dan sangat terbuka. Dan ketika Lara Jean harus melibatkan cowok paling populer satu sekolah, Peter, keseruan pun bertambah.

Secara keseluruhan, aku menyukai buku ini. Aku suka karakter Lara Jean dan Peter. Aku suka mereka berdua dan mungkin siap disertakan dalam #teamPeter kalau memang ada. Ceritanya menarik, juga ringan. Humor yang dimasukkan sangat menghibur dan khas remaja. Sering kali aku tertawa sendiri membaca satu dua baris, dan tersenyum sendiri ketika memasuki adegan romantis. Pasangan Lara Jean dan Peter sungguh lucu dan ideal.

Akhirnya, ketika aku menutup buku dan selesai membacanya, yang ada di dalam pikiranku adalah “Aku harus membeli buku lanjutannya!”. Ya, Jenny Han membuatnya menjadi berseri. Belum ada edisi terjemahan Bahasa Indonesia untuk buku P.S I Still Love You (yang ku kira awalnya adalah lanjutan hubungan Lara Jean dan Josh, yang syukurnya bukan), jadi aku rasa aku akan membeli edisi Bahasa Inggris nya saja.

Aku berikan empat bintang dari lima bintang karena aku sangat menyukai buku ini, dan mungkin akan membacanya lagi. Mengapa bukan lima? Sejujurnya, aku mengharapkan buku ini tidak ada lanjutannya. Habiskan saja ceritanya dalam satu buku, maksudku. Tapi ya, dengan adanya lanjutan dari buku ini dan cerita akhir yang menggantung, aku rasa empat sudah cukup. Buku ini aku rekomendasikan untuk dibaca ketika kalian sedang dalam keadaan suntuk karena buku ini adalah hiburan yang sangat tepat.

n.b. Ini adalah kali pertama aku membaca Jenny Han dan aku rasa aku menyukainya 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Buku: To All the Boys I’ve Loved Before

  1. Pingback: Buku: P.S. I Still Love You | interlude

  2. Pingback: Recap! Buku Favorit 2015 | interlude

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s