Sampah

Tahu ‘sampah’? Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan (KBBI) menerjemahkan sampah sebagai barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Dibuang. Tidak hanya barang atau benda, aku rasa, dewasa ini orang semakin cerdas untuk memodifikasi makna sehingga beberapa kategori manusia pun, walau tidak etis, sering disebut sampah. Secara luas, kata ‘sampah’ pun mengacu pada istilah atau sebutan tertentu apabila dipadukan dengan kata lain.

Tapi pada intinya sama saja, sampah erat kaitannya dengan dibuang. Entah itu benda, hewan, atau manusia sekalipun. Apabila berkaitan dengan kata sampah maka sudah pasti ialah yang tersisih. Entah karena pemanfaatannya yang tidak dapat maksimal atau tidak memenuhi batas minimal. Dibuang.

Tapi aku tidak pernah setuju bahwa sampah itu harus dibuang.

Kemarin, dari sebuah tayangan berita yang kutonton, ditangan puluhan anak penghuni panti asuhan, sampah plastik mereka ubah menjadi aksesoris bernilai jual yang unik. Tidak hanya diubah, sampah tersebut menjadi jauh lebih bernilai dan lebih bermanfaat ditangan mereka yang kreatif dan tekun. Bukankah itu sampah yang sama yang telah disisihkan dari rumah ke rumah?

Bahkan sampah organik dengan bau menyengat pun pada beberapa kondisi masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik, bukan? Jadi bukan hal konyol jika aku berkata bahwa sampah yang sama tidak memiliki nilai manfaat yang sama apabila berada di tangan orang yang berbeda. Iya, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s