Film 3 (Tiga) Alif Lam Mim: Bukan Sekedar Wisata Laga Indonesia di Masa Depan

Film 3 (Tiga) . 3 (Tiga) The Movie . 3 (Tiga) Alif Lam Mim .

Sudah nonton film ini? Kali ini, saya ingin menulis Review, ulasan pribadi saya, tentang Film 3 (Tiga) Alif Lam Mim. Film 3 (Tiga) karya sutradara Anggy Umbara ini baru dirilis 1 Oktober 2015 lalu. Masih hangat ya, jarang-jarang nih saya nulis tentang film yang masih hangat. Bahkan sepertinya ini yang pertama kali ya. Biasanya, hanya film-film tertentu yang saya suka saja, tapi itu lah faktanya: saya suka dengan film ini.

3 (Tiga) The Movie, atau Film 3 (Tiga) bercerita tentang tiga orang sahabat bernama Alif (Cornelio Sunny), Herlam atau Lam (Abimana Aryasatya), dan Mimbo atau Mim (Agus Kuncoro) yang memilih memperjuangkan kebenaran dengan jalan dan caranya sendiri-sendiri. Alif Lam Mim.

sumber: Google.com (rilis 1 Oktober 2015)

sumber: Google.com (rilis 1 Oktober 2015)

Dalam Film 3 (Tiga) ini adalah Alif yang memilih untuk melindungi negara dan masyarakat dari ancaman kejahatan dengan menjadi aparat negara. Lalu ada Lam yang membuka mata dan telinganya untuk mewakili masyarakat, memaparkan kebenaran melalui tulisan-tulisannya sebagai wartawan. Sementara Mim memilih untuk menebarkan kebenaran dan kebajikan melalui agama di pondok pesantren yang membesarkannya.

Alif Lam Mim. Ketiganya dipertemukan kembali dalam konflik besar setelah peledakan sebuah cafe yang memakan banyak korban. Sementara bukti-bukti mengarah pada keterlibatan Mim dalam kasus peledakan tersebut, permasalahan yang sebenarnya tidak semudah melihat gambar dalam kertas di satu sisi.

Kurang lebih, itulah sinopsis singkat dari Film 3 (Tiga) ini. Saya menonton pertama kali tanggal 6 Oktober lalu sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri saja. Berbekal trailer yang sudah saya tonton sekali di pagi hari, saya pun petantang-petenteng menuju bioskop dekat rumah. Saya tidak terlalu suka nonton di dalam bioskop, biasanya saya sewa DVD di rental atau beli DVD nya kalau memang sangat suka. Kalau pun nonton di bioskop, sudah pasti ada teman yang ikut serta, tidak pernah sendiri. Gelap dan dingin, dua hal yang paling saya benci. Apalagi genre film ini action thriller. Tapi begitu penasaran saya dibuatnya dengan trailer yang cuma satu kali saya tonton itu, akhirnya beli lah saya satu tiket.

Film 3 (Tiga) Alif Lam Mim

Tiga karakter dalam Film 3 (Tiga) ini begitu menarik perhatian saya. Pengambilan nama tokoh yang sama dengan ayat pertama dalam beberapa surat di Al-Quran adalah salah satu alasan (yang saya akui, pikir-pikir konyol juga menonton film hanya karena nama karakternya) saya untuk menonton film ini. Rupa-rupanya, ketiga karakter ini pun kurang lebih memiliki sifat yang mewakili ketiga huruf hijaiah yang digunakan. Lalu, pesan yang ada dalam film ini pun begitu mengena. Begitu berani, jujur, gamblang, dan mewakili (yang kemudian menjadikan saya bersyukur atas kekonyolan saya dalam memilih alasan tadi).

movie-poster-3-alif-lam-mim-alif

Alif yang diperankan oleh Cornelio Sunny memiliki karakter yang kuat, kukuh, lurus, ‘tidak bisa ditawar-tawar’ kalau mengutip dari buku Primadonna Angela. Jalannya untuk menumpas kejahatan, membela kebenaran inilah yang tidak bisa ditawar-tawar. Seperti huruf pertama, Alif, yang tegak dan lurus, yang kukuh dan bertahan.

movie-poster-3-alif-lam-mim-lam

Lalu ada Lam yang diperankan oleh Abimana Aryasatya. Dengan pembawaan yang tenang namun hangat. Seperti huruf Lam, Herlam merupakan seorang yang fleksibel tapi memiliki hati yang kukuh. Lam bagi saya benar-benar menggambarkan bagaimana seharusnya penyeru kabar itu berlaku. Tidak ada keberpihakan agar berita yang ia sampaikan benar. Karena publik berhak mendapatkan kebenaran.

movie-poster-3-alif-lam-mim-mim

Ada pula Mim, Mimbo, yang diperankan oleh Agus Kuncoro. Pembawaan karakternya begitu tenang. Mungkin karena tokoh Mim mempersembahkan waktunya untuk menebar kebenaran di jalan Allah. Jiwanya yang begitu tenang, bagi saya pribadi mewakili huruf hijaiah mim. Mana kala membaca ayat Al-Quran dan bertemu dengan mim, kedua bibir terkatup rapat, seolah menyerukan ketenangan pada jiwa. Seperti itu, mungkin.

Saya sendiri tidak tahu apa filosofi di balik pengambilan nama ketiga karakter ini, but here’s the thing, Film 3 (Tiga) ini tidak hanya berisi aksi laga dengan misi tertentu, tapi juga pesan moral yang dapat ditarik baik secara agama maupun secara umum.

Saya bukan pengamat film, saya hanya penikmat film. Saya juga tidak begitu mengerti efek ini-itu yang ada di dalam suatu film secara mendalam. Sedikit-sedikit tentang efek saya tahu dari artikel di internet. Tapi sejujurnya, saat film ini dimulai, saya merasa seharusnya efeknya bisa lebih halus dari pada yang ditayangkan.

Sekali waktu saya pernah nonton film karya Anggy Umbara di bioskop bersama Laras. Laras ingin sekali nonton Comic 8 dan saat itu kami berdua tidak hanya terpana dengan perasaan campur aduk setelah nonton Comic 8, dari pesan politik dan guyonan dalam film Comic 8 saja, tapi juga efeknya yang jempolan. Anggy Umbara adalah orang yang sama yang membuat Comic 8 semegah itu. Tidak heran jika pertama kali film mulai, efek ini menjadi pertanyaan bagi saya. Belakangan saya tahu kalau film ini dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat. Tapi toh itu bukan masalah besar bagi saya. Karena sepanjang film, saya menikmati bahkan ketagihan dengan film 3 (Tiga) ini.

Di awal tadi saya sudah katakan kalau Film 3 (Tiga) ini begitu berani, jujur, gamblang, dan sebagainya. Saya dapat katakan demikian, karena menurut pandangan saya ini adalah langkah yang berani dan jujur. Di tengah maraknya seruan-seruan liberal saat ini, Anggy Umbara justru mengangkat topik ‘pengandaian’ apabila Indonesia berada di posisi seperti itu dengan cara yang berbeda. Latar yang digunakan dalam Film 3 (Tiga) adalah Jakarta pada tahun 2036, ketika Indonesia sudah menganut paham liberal. Film ini fiksi dan tidak bermaksud untuk menyudutkan komunitas, kelompok agama dan politik, institusi, maupun profesi tertentu.

Film 3 (Tiga) membawa beragam pesan yang mendalam bagi saya dan mungkin untuk kebanyakan orang. Bahwa tidak sepantasnya melihat kebenaran bedasarkan apa yang terlihat dari satu sisi saja, tapi juga harus melihat dari berbagai sisi. Dan entah bagaimana saya mengambil pesan ini setelah selesai menonton film ini: Bahwa dalam kehidupan semuanya harus seimbang, dan bahwa dalam setiap peristiwa adalah hal yang penting untuk berpegang teguh pada agama karena agama adalah fondasi kehidupan. Topik ini selalu menjadi perbincangan bagi saya dan Laras, makanya saya memaksa Laras untuk menonton Film 3 (Tiga), sayangnya dia belum sempat.

Meskipun saya sesumbar mengenai pesan ini itu, tapi saya bisa menjamin bahwa benar Film 3 (Tiga) ini merupakan film action thriller. Banyak sekali adegan laga yang mengusung tema pencak silat dalam film ini. Dari informasi yang saya dapatkan, 3 (Tiga) merupakan film action Indonesia pertama dengan efek slow motion. Secara detail Anggy Umbara pun mendukung tampilan Indonesia tahun 2036 dengan latar yang begitu berbeda, mulai dari lingkungan, teknologi, dan iklim. Dan efek slow motion yang ada di film 3 (Tiga) begitu mendukung setiap laga di dalam film. Selain Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, dan Agus Kuncoro, ada pula Tika Bravani, Prisia Nasution, Donny Alamsyah, dan Cecep A. Rahman yang membintangi film ini.

Panjang betul post saya kali ini. Yang jelas, saya suka, jatuh cinta, dan susah move on dari Film 3 (Tiga). Sayangnya Film 3 (Tiga) begitu cepat turun. Saya pun tidak tahu kenapa, padahal antusiasme masyarakat menyambut film ini masih bagus hingga saat ini. Yang jelas, saya sangat menyarankan untuk menonton Film 3 (Tiga) Alif Lam Mim.

Anyway, Film 3 (Tiga) juga ada dalam bentuk buku berjudul sama! Buku berjudul 3 ini diadaptasi dari Film 3 (Tiga) oleh Primadonna Angela terbitan Gramedia Pustaka Utama. And yes, if you’re asking, I did read it! Ini kali pertama Primadonna Angela menulis buku bedasarkan film, dan ini kali pertama juga saya membaca buku Primadonna Angela yang banyak adegan laga nya. Seperti biasa, saya pun menikmati tulisan Mbak Donna kali ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s