Dia yang tak banyak bercerita (I)

Dia yang tak banyak bercerita
Mulutnya diam, bukan kehabisan kata
Tapi kata itu terlalu banyak permainan
Namun matanya bicara
Matanya pun isyaratkan senyum
Dalam diam, gerak tak banyak yang tahu
Dalam diam, dia mengamati
Hanya hitamnya kopi yang sanggup membukanya
Ahh.. dan cerutu itu
Tapi tidak selalu dengan pertanyaan
Tidak pula selalu dengan pernyataan

Rasa-rasanya.

Depok, 25 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s