Buku: The Strange Library

Haruki-Murakami-The-Strage-Library-naztasaari

The Strange Library

Penulis: Haruki Murakami
Tebal: 77 halaman
Harvill Secker
Desember 2014

“Why did something like this have to happen to me? All I did was go to library to borrow some books.”

.. dan memang pertanyaan inilah yang bermain-main di otak ku sesaat setelah aku selesai membaca buku ini.

The Strange Library bercerita tentang seorang anak lelaki, narator yang hingga akhir tidak disebutkan namanya, dan sebuah peristiwa aneh yan tiba-tiba hadir dalam hidupnya.

Peristiwa itu bermula dari rasa penasarannya mengenai sistem pajak pada zaman kekaisaran Ottoman. Ibunya berpesan, jika ia ingin mengetahui sesuatu, atau apapun, ia dapat mencarinya di perpustakaan. Maka pergilah ia ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku tentang kekaisaran Ottoman. Tanpa disangka, rasa penasarannya malah menjebaknya dalam peristiwa aneh. Ia terperangkap dalam sebuah ruang baca khusus dan tidak bisa keluar.

Oleh seorang lelaki tua, narator dipaksa untuk menghapal tiga buah buku besar mengenai sistem pajak kekaisaran Ottoman dalam waktu satu bulan. Yang belakangan ia ketahui, hapal ataupun tidak, nasibnya tidak akan berujung bahagia. Lelaki tua tersebut tetap akan memakan otaknya.

Dalam penjara, narator bertemu dengan lelaki domba yang baik hati dan gadis cantik yang berbicara dengan tangannya. Keduanya berada dalam dimensi yang berbeda, sehingga entah bagaimana tidak pernah bertemu. Sambil mencoba untuk terus tegar, narator selalu teringat dengan ibu dan rumahnya yang nyaman, serta hewan peliharaannya.

Shinta bilang buku ini aneh, tapi anehnya ia suka. And I have to admit that it is true. I fall in love with how strange the story begin and it fall deeply when it reach its end. I adore how Murakami tells us in detail how is it feeling to be a boy who are suddenly prisoned by an old man in a special reading room.

Buku ini memang aneh. Sebelumnya, aku membaca Norwegian Wood dan Kafka on the Shore (walau Kafka on the Shore belum selesai aku baca), dua buku karya Haruki Murakami yang berlatar dunia nyata yang masuk akal. Membaca The Strange Library membawa sensasi aneh yang baru. Pada bagian-bagian awal aku bahkan merasa seperti berada di dalam cerita Neil Gaiman. Penuh fantasi yang berputar-putar menyeramkan.

Tapi  cerita fiksi ini disajikan tanpa meninggalkan cara Murakami bercerita. Detail yang tajam pada emosi tokoh. Para tokoh dihidupkan melalui pikiran-pikiran narator.

Pada awalnya aku berpikir ini adalah buku anak. Karena banyak sekali ilustrasi pendukung yang memanjakan mata. Tapi mejelang akhi buku, aku rasa anak-anak tidak cocok dengan buku ini. Terlalu seram dan akhirnya terlalu sedih.

Di balik ceritanya yang tidak biasa, aku menemukan cerita yang sangat akrab dalam kehidupan ku, atau mungkin semua orang. Bahwa menit bahkan detik selanjutnya yang disebut masa depan itu tidak ada yang tahu. Apakah akan seram, menyakitkan, membahagiakan, dan ceria, tidak ada yang bisa memprediksi. Seringnya jika yang terjadi adalah hal yang buruk aku bertanya-tanya mengapa yang seperti ini bisa terjadi padaku, dan jika senang, hati rasanya terlalu congkak sampai-sampai lupa kalau semua pada diriku sebenarnya bukan milikku. Buku ini mengajarkan untuk menghadapi apapun yang ada di hadapanmu dan berjuang dengannya. Karena apapun itu, senang atau pun sedih, ia ada.

Ada lima dari lima bintang untuk buku ini: untuk cerita yang tidak mudah ditebak, emosi yang dibolak-balik, fantasi yang bermain-main, dan tokoh yang luar biasa cerdas meskipun akhirnya harus puas bersedih hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s