Mencintaimu adalah kegilaan

Mencintaimu adalah kegilaan.

Karena kata angin, kau ini cinta
Meski aku tahu mereka berdusta
Tapi tetap, inginku kau cinta.

Menunggumu adalah kegilaan.

Karena tidak satu detik pun menjadi jaminan
Dirimu bebas datang dan pergi
Meski tidak satu detik pun menjadi jaminan

Memikirkanmu adalah kegilaan.

Karena mata yang terpejam dan tubuh yang terjaga
selalu ingat wajah dan pelukanmu
Meski akal sehat tahu, tidak sebaliknya.

Kembali menunggumu adalah kegilaan.

Karena hujan telah membawamu pergi
Bahkan baumu tak lagi tercium
Tapi tetap, inginku hujan membawamu kembali

Mencintaimu adalah kegilaan.

Karena pikiranku itu sehat
Tapi hatiku rela dimadu,
rela mengecap luka, demi bersama bayangmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s