Berpangku kenang

nazta-saari-blog-untuk-hari-hari-yang-telah-berlalu

Membelai sayang, dibuang malang
Asa terajut hanya sepenggalan
Terkikis hati oleh ingatan,
Tangis dan jerit tertahan
Pada rindu yang terpenjara

Depok, 9 Juli 2017

Advertisements

Tentang rindu

pic1

Pengecup rindu, hujan
yang hadirnya tak sanggup sembuhkan luka
yang cumbunya sedingin malam kelam
yang membiarkanmu tenggelam dalam kebutaan
yang mengejar dan mencari pelita
yang menemukan tapi tak terbelai
yang pada akhirnya sisakan lubang
yang memeluk hati yang terperangkap
yang menyisakan apa yang disebut kenangan
yang menghadirkan pengecup rindu, hujan.

Lagu yang kau nyanyikan ketika sepi

Lagu yang kau nyanyikan ketika sepi
Kepada siapa alunan itu kau tujukan, tidak ada peduli
tapi si bodoh berkata itu untuknya.
Dan dia yang tak bisa mendengar pun tahu tapi tetap diam

Dalam bait yang tersimpan makna,
kau sisip arti-arti jenaka.

Dimaksudkan ke mana, entah siapa
Dimaksudkan ke siapa, entah apaa

Lagu yang kau nyanyikan ketika sepi
Kepada siapa alunan itu kau tujukan, aku peduli
Bagaimana si bodoh menganggap dirinya
diingat, namun tak pernah teringat

Bait-bait yang menjadi doa bagi ku,
menjadi isyarat bagimu,
entah untuk siapa