If.

nazta-saari-photo

If.

If only you were here,
I would ask everything to you.
Because I know
You wont let me leave with all of these curiousity
You wont let anybody broke my heart
You wont let me feel the hardness of life.

You were leaving for good, I know
I must learn to become stronger, I will

But one thing they can’t replace with,
One thing they don’t understand,
And one thing that complete a hole in my heart.
Is you.

I love you, I miss you.

this post originally posted on my Instagram  September 12, 2016

Memiliki kehilangan

nazta-saari-blog

Aku ingat bertahun-tahun lalu, ketika masih duduk di SMP, ikut ke kantor mama papa di waktu libur sekolah adalah kegiatan wajib kami. Biasanya paling tidak ada satu hari dari libur panjang yang kami habiskan di kantor mama, dan satu hari lainnya di kantor papa. Atau aku di kantor mama, dan kiza di kantor papa, atau sebaliknya.

Sampai sekarang aku sendiri tidak tahu pastinya kenapa orang tua ku menerapkan cara itu. Tapi, marilah berbaik sangka dengan berpikir bahwa itu mereka lakukan sebagai upaya mendekatkan diri dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan kami.

Aku selalu suka ikut orang tua ku ke kantor. Aku bisa main komputer sepuasnya, saat itu permainan komputer tidak banyak. Tapi yang paling aku suka adalah pin ball. Aku juga bisa makan siang enak. Kalau ke kantor papa, aku bisa leluasa berinternet, saat itu internet termasuk dalam hal mewah yang jarang ditemui. Biasanya aku buka Friendster, masuk halaman MySpace orang, membaca blog tentang DBD (karena waktu itu aku takut sekali dengan penyakit ini), lalu download MP3

Kegiatan terakhir merupakan hal wajib yang pasti aku manfaatkan dengan maksimal. Karena tidak semua CD di rumah isinya bisa dipindahkan dalam bentuk digital dan mumpung bisa download gratis tanpa harus ke warnet.

Aku ingat, saat itu aku dan adikku menghabiskan satu hari kami berdua di kantor papa. Ruangan papa sangat besar, ketika itu karena tubuh kami kecil. Aku bisa main di kursi papa yang empuk dan sepertinya terlalu sering kosong, sementara adikku duduk dekat kulkas. Kulkas biasanya diisi penuh dengan cokelat-cokelat dan permen oleh sekretaris papa.

Duduk di bangku papa sekitar pukul dua siang, aku sudah kebingungan mau download apa lagi. Soalnya semua lagu yang mau ku download sudah masuk dalam flashdisk berkapasitas 128 mb biru metalikku. Akhirnya yang ku lakukan adalah membuka layanan chat Yahoo! Messanger. Tidak ada mIRC karena itu laptop kantor papa. Karena tidak ada yang bisa kulakukan lagi, akhirnya aku hanya bisa browsing asal.

Entah apa yang membuatku sampai pada laman YouTube video clip Letto, Memiliki Kehilangan. Video klip-nya tidak begitu menarik perhatianku saat itu, malah cenderung aneh. Tapi lagunya membuatku jatuh cinta. Apalagi liriknya yang begitu menyentuh.

Hingga saat ini, kadang aku masih mendengarkan lagu itu sambil mengenang masa-masa ketika aku menemukan lagu itu. Benar kata lagu itu, rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya.

 

(Lagu mancanegara) Ter-sering diputar di 2016

naztasaari-lagu-2016

“One good thing about music, when it hits you, you feel no pain.”

Pernah dengar kutipan itu? Bob Marley adalah orang yang menyerukan kutipan itu dan aku setuju dengannya. Setiap hari di 2016, aku memainkan beberapa lagu “wajib”, yang kalau pun tidak diputar setiap hari, pasti ada satu hari dalam seminggu aku memutar lagu-lagu ini. Ada yang menjadi favorit sejak tahun lalu, ada pula yang baru menjadi favorit di tahun 2016 ini. Juga ada beberapa lagu baru, yang bagiku “wajib” didengar.

I’ve Got A Crush On You.

Meski lagu lama, I’ve Got A Crush On You boleh jadi satu lagu yang tak pernah absen dari daftar putar laguku tahun ini. Alasannya? Aku menikmati musik tempo lambatnya sebanyak aku menikmati lirik indahnya.

Tapi ternyata, lagu yang aku sukai itu (favoritku versi Rod Steward dan Diana Ross) rupanya berbeda dengan lagu asli yang diciptakan untuk pementasan drama musikal Treasure Girl di tahun 1928. Tahun itu, I’ve Got A Crush On You tidak menjadi primadona orang kasmaran karena temponya yang lebih cepat dari yang biasa didengar saat ini. Baru ketika penyanyi jazz bernama Lee Wiley merekamnya dengan tempo lebih lambat, lagu ini menjadi hit, sampai kini.

Machine of Love oleh Alaskan Summer

Ceritanya suatu hari di tahun 2012 seorang teman iseng memperdengarkan aku sebuah lagu folk indie yang begitu mudah diingat. Sayangnya, ini adalah satu-satunya lagu yang bisa diunduh dari band Alaskan Summer. Padahal lagu lain di mini album mereka, EP Alaskan Summer, seperti If You Fall Asleep dan So I’ll Wait tidak kalah menarik dengan Machine of Love. Lagu ini sudah bertahan di daftar putar ku sejak tahun 2012.

Aku juga jatuh cinta dengan lagu ini setelah melihat video klipnya. Bukan yang official, justru satu video klip yang direkam dengan kamera amatir yang benar-benar menceritakan isi lagunya inilah yang membuatku jatuh cinta. Lagu yang manis.

Hung Up oleh Madonna

Sebenarnya Hung Up bukan satu-satunya lagu Madonna yang aku putar terus-terusan. Like A Virgin, Girl Gone Wild, 4 Minutes, Living For Love, dan Material Girl adalah lagu-lagu Madonna yang selalu ku putar. Tapi, Hung Up yang menjadi single hit dari album Confessions On A Dance Floor boleh jadi satu lagu yang mengingatkanku dengan jelas bagaimana aku menyukai disko.

Lagu lainnya..

Suatu hari, seorang teman yang sedang galau mengirimkan aku sebuah lagu. Lady Gaga yang berjudul Million Reasons. Meski belakangan Gaga merilis video klip yang tidak begitu aku sukai (sejujurnya), tapi lagunya sangat ku suka. Apalagi chord untuk Million Reasons tergolong mudah diingat. Aku bukan penggemar Gaga, tapi beberapa lagunya seperti Telephone dan Bad Romance juga termasuk dalam lagu yang sering aku putar.

2016 juga menjadi tahun The Rolling Stones mengeluarkan album baru yang berjudul Blue And Lonesome. Salah satu lagunya, Ride ‘Em On Down sangat keren. Lagunya keren, video klip-nya apa lagi. Aku bukan penggemar Kristen Stewart tapi The Rolling Stones sangat tepat memajang Kristen Stewart sebagai model video klip mereka.

Satu lagi lagu yang selalu aku dengar hampir setiap hari..

Sekitar tahun 2009, aku tergabung dalam sebuah grup ensemble guitar yang terdiri dari enam orang. Lagu ini adalah salah satu yang kami mainkan kala itu. Lagu yang indah. Lagu ini merupakan soundtrack film lama berjudul St. Elmo’s Fire yang bercerita tentang persahabatan di masa kuliah. Film nya pun layak ditonton.